Aku tau kesetiaan ini hanyalah sia2, aku tau ini hanyalah mimpi belaka, lalu kenapa aku tak pernah bisa berpaling darimu..? sedang waktu terus saja merangkak maju, ntah sampe kapan.. aku sungguh tidak mengerti, padahal yang kau beri padaku hanyalah kepedihan.., sungguh jauh beda denganmu yang hidup penuh kebahagiaan dan keindahan.., yang indah memang semakin indah, yang pedih memang semakin pedih.
Kesetiaan yang sia2..
Padahal aku tau.. aku tau.. aku tau itu..
“Sia-sia…!!”
Sementara kau bersenang-senang..
Apalagi mungkin bila aku semakin sengsara,
Semoga kau bahagia,
Tapi aku tak pernah ingin berpaling darimu..
Takkan pernah,
Semoga kau puas.
Buat apa semua kesetiaan ini..?
Padahal yang ada adalah kepalsuan,
Kesombongan..,
Penuhi hati oleh janji2..
Dan aku selalu percaya,
Tapi nyata hanyalah dusta belaka,
Sungguh sangat perasa..,
Tapi sayang..”beak kusorangan..”
Tak ada yang tersisa..
Sungguh..
Bagaimanapun juga kita adalah kita,
tetap saja kita,
sampai kapanpun juga..
Kita adalah kita,
Hatur Nuhun pisan,
Atas semua yang kau beri pada hidupku,
Tak kan mungkin terlupakan..
Tak kan mungkin kumaafkan..
Sungguh
Mengatakan sesuatu yang tak pernah kulakukan.. hanya untuk merendahkan diriku serendah-rendahnya padamu..,
tapi apa yang kudapat..????
Padahal tadinya aku percaya…
Tapi ternyata salah..
Yang ku dapat adalah justru kemarahan,
Hinaan..
Kesombongan..
Benar-benar tak akan mungkin terlupakan..
Tak kan mungkin kumaafkan,
Tapi biarlah..
Biarlah..
Daripada hati tak menentu,
Karena kau tak mungkin peduli,
Kau tak mungkin mengerti,
Hening mungkin lebih kusuka,
Dingin mungkin lebih menghangatkan..
Damai..
Biarlah hidupku menjadi milikku sendiri,
Sendiripun aku tak pernah sepi,
Biarlah..
Ini memang aku,
Hanya ini yang kumiliki,
Biarlah.